Sabtu, 22 November 2014
Jumat, 14 November 2014
Sabtu, 05 Juli 2014
Ramadhan Bulan Turunnya Al-Qur'an
Bulan Ramadhan, dikenal juga dengan ‘Bulan Al Qur’an’ karena pada bulan inilah AlQur’an diturunkan
Allah Ta’ala berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” Qs Al Baqarah : 185
Bersungguh sungguhlah untuk memperbanyak bacaan Al-Quran yang penuh berkah, terutama pada bulan ini, bulan diturunkannya Al-Qur’an. pembacaan AlQu’an pada bulan ini memiliki keistimewaan tersendiri. Dahulu Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi shalallahu ‘alayhi wa sallam setiap tahun sekali pada bulan ramadhan. Pada tahun wafatnya Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur’an kepada beliau sebanyak dua kali untuk mengokohkan dan memantapkannya.
Para salafus shaalih rahimahumullah memperbanyak membaca AlQur’an pada bulan ramadhan, baik di dalam maupun di dalam shalat. Berikut ini adalah beberapa contohnya.
Imam az-zuhri rahimahullohu berkata, pada saat memasuki bulan ramadhan, “Ini adalah bulan pembacaan AlQur’an dan pemberian makanan.”
Ketika memasuki ramadhan, Imam malik rahimahulloh meninggalkan pembacaan hadits dan majelis majelis ilmu lalu beliau memfokuskan diri untuk membaca AlQur’an dengan memakai mushaf.
Qatadah selalu mengkhatamkan Qur’an setiap tujuh malam, namun pada bulan Ramadhan, beliau mengkhatamkan Al-Quran dalam tiga hari, bahkan pada sepuluh malam terakhir, beliau mengkhatamkannya setiap malam.
Ibrahim an Nakha’i rahimahullah menkhamkan Al-Quran setiaptiga malam da pada sepuluh malam terakhir beliau mengkhatamkannya tiap dua malam.
Adapun Al-Aswad rahimahulloh, beliau membaca seluruh ayat alQur’an setiap duahari pada setiap bulan.
Maka, jadikanlah orang orang pilihan tersebut sebagai teladan kalian. Ikutilah jalan mereka dan pergunakanlah kesempatan pada waktu siang dan malam dengan sebaik baiknya untuk mendekatkan diri kalian kepada Yang maha Perkasa lagi maha Pengampun. Ketahuilah, umur itu hilang dengan cepat dan waktu itu akan sirna seluruhnya, seolah olah hanya sekejap mata saja.
Ya Allah, berilah karunia kepada kami untuk dapat membaca kitabMu sesuai dengan cara yang Engkau Ridhai dari kami. Dengannya tunjukkanlah kami jalan jalan keselamatan dan keluarkanlah kami dari kegelapan kepada cahaya. Wahai pemilik dan Pengatur alam Semesta, jadikanlah ia sebagai hujjah yang memperkuat kami, bukan hujjah yang mencelakakan kami.
Disalin dari Majelis Bulan Ramadhan – Syaikh Muhammad bin Shalih al- Utsaimin -rahimahulloh-, Pustaka Imam Syafi’i
Selasa, 17 Juni 2014
Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira, Bersyukur dan Memperbaiki Diri
Menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan Gembira, Bersyukur dan Memperbaiki Diri
Segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta. Shalawat & salam kepada nabi & rasul yang paling mulia, Muhammad bin ‘Abdillah, serta kepada keluarga & para sahabatnya. Amma ba’du, Tulisan ini ditujukan utk semua muslim yang akan bertemu dgn bulan Ramadhan dlm keadaan sehat wal afiat, agar dapat memanfaatkan bulan tersebut dlm ketaatan pada Allah Ta’ala. Semoga melalui tulisan ini dapat menjadi sarana utk membangkitkan semangat di dlm jiwa seorang mu’min dlm beribadah kepada Allah di bulan yg mulia ini.
Maka penulis memohon kepada Allah Ta’ala agar diberikan taufik & jalan yang lurus serta menjadikan amal ini ikhlas hanya karena mengharap WajahNya Yang Mulia semata. Dan semoga Allah mencurahkan shalawat atas junjungan kita, Muhammad, & kepada keluarganya serta seluruh sahabatnya.
Bagaimanakah Seharusnya Kita Menyambut Ramadhan?
Pertanyaan: Apa saja cara-cara yang benar utk menyambut bulan yang mulia ini?
Seorang muslim seharusnya tak lalai terhadap momen-momen utk beribadah, bahkan seharusnya ia termasuk orang yang berlomba-lomba & bersaing (untuk mendapatkan kebaikan) didalamnya.
Seorang muslim seharusnya tak lalai terhadap momen-momen utk beribadah, bahkan seharusnya ia termasuk orang yang berlomba-lomba & bersaing (untuk mendapatkan kebaikan) didalamnya.
Allah Ta’ala berfirman,
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ )المطففين : 26)
“Dan utk yang demikian itu hendaknya orang berloma-lomba.” (QS. Al-Muthaffifiin:26)
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ )المطففين : 26)
“Dan utk yang demikian itu hendaknya orang berloma-lomba.” (QS. Al-Muthaffifiin:26)
Maka bersemangatlah wahai saudara-saudara muslim dlm menyambut Ramadhan dgn cara-cara yang benar sebagaimana berikut ini:
Berdo’a agar Allah mempertemukan dgn bulan Ramadhan dlm keadaan sehat & kuat, serta dlm keadaan bersemangat beribadah kepada Allah, seperti ibadah puasa, sholat & dzikir. Telah diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, bahwa dia berkata, adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa,
اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab & Sya’ban serta pertemukanlah kami dgn Ramadhan.” (HR. Ahmad & Ath-Thabrani)
اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab & Sya’ban serta pertemukanlah kami dgn Ramadhan.” (HR. Ahmad & Ath-Thabrani)
Catatan: Syaikh Al-Albani rahimahullah mendhaifkan hadits ini dlm kitab Dha’if al-Jaami‘ (4395) dantak mengomentarinya dlm kitab Al-Misykaah.
Demikian juga generasi terbaik terdahulu (as-salaf ash-shalih) berdoa agar Allah menyampaikan mereka pada bulan Ramadhan & menerima amal-amal mereka.
Maka apabila telah tampak hilal bulan Ramadhan, berdoalah pada Allah:
الله أكبر اللهم أهله علينا بالأمن والإيمان والسلامة والإسلام , والتوفيق لما تحب وترضى ربي وربك الله
“Allah Maha Besar, ya Allah terbitkanlah bulan sabit itu utk kami dgn aman & dlm keimanan, dgn penuh keselamatan & dlm keislaman, dgn taufik agar kami melakukan yang disukai & diridhai oleh Rabbku & Rabbmu, yaitu Allah.” (HR. At-Tirmidzi & Ad-Darimi, dishahihkan oleh Ibnu Hayyan)
Maka apabila telah tampak hilal bulan Ramadhan, berdoalah pada Allah:
الله أكبر اللهم أهله علينا بالأمن والإيمان والسلامة والإسلام , والتوفيق لما تحب وترضى ربي وربك الله
“Allah Maha Besar, ya Allah terbitkanlah bulan sabit itu utk kami dgn aman & dlm keimanan, dgn penuh keselamatan & dlm keislaman, dgn taufik agar kami melakukan yang disukai & diridhai oleh Rabbku & Rabbmu, yaitu Allah.” (HR. At-Tirmidzi & Ad-Darimi, dishahihkan oleh Ibnu Hayyan)
Bersyukur pada Allah & memuji-Nya atas dipertemukannya dgn bulan Ramadhan. Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dlm kitabnya Al-Adzkaar,
“Ketahuilah, dianjurkan bagi siapa saja yang mendapatkan suatu nikmat atau dihindarkan dari kemurkaan Allah, utk bersujud syukur kepada Allah Ta’ala, atau memuji Allah (sesuai dgn apa yg telah diberikan-Nya).”
“Ketahuilah, dianjurkan bagi siapa saja yang mendapatkan suatu nikmat atau dihindarkan dari kemurkaan Allah, utk bersujud syukur kepada Allah Ta’ala, atau memuji Allah (sesuai dgn apa yg telah diberikan-Nya).”
Dan sesungguhnya di antara nikmat yang paling besar dari Allah atas seorang hamba adalah taufiq utk melaksanakan ketaatan. Selain dipertemukan dgn bulan Ramadhan, nikmat agung lainnya adalah berupa kesehatan yang baik. Maka ini pun menuntut utk bersyukur & memuji Allah Sang Pemberi Nikmat lagi Pemberi Keutamaan dgn nikmat tersebut. Segala puji bagi Allah dgn pujian yang banyak & pantas bagi keagungan Wajah-Nya & keagungan kekuasaan-Nya.
Bergembira dan berbahagia dgn datangnya bulan Ramadhan.Telah ada contoh dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau dahulu memberi berita gembira pada para sahabatnya dgn kedatangan Ramadhan. Beliau bersabda,
جاءكم شهر رمضان, شهر رمضان شهر مبارك كتب الله عليكم صيامه فيه تفتح أبواب الجنان وتغلق فيه أبواب الجحيم… الحديث
“Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan Ramadhan bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian utk berpuasa didalamnya. Pada bulan itu dibukakan pintu-pintu surga serta ditutup pintu-pintu neraka….” (HR. Ahmad)
جاءكم شهر رمضان, شهر رمضان شهر مبارك كتب الله عليكم صيامه فيه تفتح أبواب الجنان وتغلق فيه أبواب الجحيم… الحديث
“Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan Ramadhan bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian utk berpuasa didalamnya. Pada bulan itu dibukakan pintu-pintu surga serta ditutup pintu-pintu neraka….” (HR. Ahmad)
Dan sungguh demikian pula as-salaf ash-shalih dari kalangan sahabat & tabi’in, mereka sangat perhatian dgn bulan Ramadhan & bergembira dgn kedatangannya. Maka kebahagiaan manakah yang lebih agung dibandingkan dgn berita dekatnya bulan Ramadhan, moment utk melakukan kebaikan serta diturunkannya rahmat?
Bertekad serta membuat program agar memperoleh kebaikan yang banyak di bulan Ramadhan. Kebanyakan dari manusia, bahkan dari kalangan yang berkomitmen utk agama ini (beragama Islam), membuat program yang sangat serius utk urusan dunia mereka, akan tetapi sangat sedikit dari mereka yang membuat program sedemikian bagusnya utk urusan akhirat. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran terhadap tugas seorang mu’min dlm hidup ini, & lupa atau bahkan melupakan bahwa seorang muslim memiliki kesempatan yang banyak utk dekat dgn Allah utk mendidik jiwanya sehingga ia bisa lebih kokoh dlm ibadah.
Di antara program akhirat adalah program menyibukkan diri di bulan Ramadhan dgn ketaatan & ibadah. Seharusnya seorang muslim membuat rencana-rencana amal yang akan dikerjakan pada siang & malam Ramadhan. Dan tulisan yang anda baca ini, membantu anda utk meraih pahala Ramadhan melalui ketaatan pada-Nya, dgn ijin Allah Ta’ala.
Bertekad dgn sungguh-sungguh utk memperoleh pahala di bulan Ramadhan serta menyusun waktunya (membuat jadwal) utk beramal shalih.
Barangsiapa yang menepati janjinya pada Allah maka Allah pun akan menepati janji-Nya serta menolongnya utk taat & memudahkan baginya jalan kebaikan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْراً لَهُمْ )محمد : 21(
“Maka seandainya mereka benar-benar beriman pada Allah, maka sungguh itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad:21)
Barangsiapa yang menepati janjinya pada Allah maka Allah pun akan menepati janji-Nya serta menolongnya utk taat & memudahkan baginya jalan kebaikan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْراً لَهُمْ )محمد : 21(
“Maka seandainya mereka benar-benar beriman pada Allah, maka sungguh itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad:21)
Berbekal ilmu & pemahaman terhadap hukum-hukum di bulan Ramadhan. Wajib atas seorang yang beriman utk beribadah kepada Allah dilandasi dgn ilmu, & tak ada alasan utk tak mengetahui kewajiban-kewajiban yang diwajibkan Allah atas hamba-hamba-Nya. Di antara kewajiban itu adalah puasa di bulan Ramadhan. Sudah sepantasnya bagi seorang muslim belajar utk mengetahui perkara-perkara puasa serta hukum-hukumnya sebelum ia melaksanakannya (sebelum datang bulan Ramadhan), agar puasanya sah & diterima Allah Ta’ala.
فَاسْأَلوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ) الأنبياء :7(
“Maka bertanyalah pada orang-orang yang berilmu jika kalian tak mengetahui.” (QS. Al-Anbiya’:7)
فَاسْأَلوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ) الأنبياء :7(
“Maka bertanyalah pada orang-orang yang berilmu jika kalian tak mengetahui.” (QS. Al-Anbiya’:7)
Wajib pula bertekad utk meninggalkan dosa-dosa & kejelekan, serta bertaubat dgn sungguh-sungguh dari seluruh dosa, berhenti melakukannya serta tak mengulanginya lagi.
bulan Ramadhan adalah bulan taubat. Barangsiapa yang tak bertaubat di dalamnya, maka kapankah lagi ia akan bertaubat? Allah Ta’ala berfirman,
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ) النور : 31(
“Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur: 31)
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ) النور : 31(
“Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur: 31)
Mempersiapkan jasmani & rohani dgn membaca & menelaah buku-buku serta tulisan-tulisan, serta mendengarkan ceramah-ceramah islamiyah yang menjelaskan tentang puasa & hukum-hukumnya, agar jiwa siap utk melaksanakan ketaatan di bulan Ramadhan.
Demikian pulalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mempersiapkan jiwa-jiwa para sahabat utk memanfaatkan bulan ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sempat bersabda pada akhir bulan Sya’ban,
جاءكم شهر رمضان … إلخ الحديث
“Telah datang pada kalian bulan Ramadhan…(sampai akhir hadits).” (HR. Ahmad & An-Nasa’i).[1]
جاءكم شهر رمضان … إلخ الحديث
“Telah datang pada kalian bulan Ramadhan…(sampai akhir hadits).” (HR. Ahmad & An-Nasa’i).[1]
Mempersiapkan dgn baik utk berdakwah kepada Allah Ta’ala di bulan Ramadhan, melalui:
Menghadiri pertemuan-pertemuan serta bimbingan-bimbingan & menyimaknya dgn baik agar dapat disampaikan di masjid di daerah tempat tinggal.
Menghadiri pertemuan-pertemuan serta bimbingan-bimbingan & menyimaknya dgn baik agar dapat disampaikan di masjid di daerah tempat tinggal.
Menyebarkan buku-buku kecil, tulisan-tulisan serta nasehat-nasehat tentang hukum yang berkaitan dgn Ramadhan kepada orang-orang yang shalat serta masyarakat sekitar.
Menyiapkan “hadiah Ramadhan” sesuai dgn kemampuan yang dimiliki. Hadiah tersebut dapat berupa paket yang didalamnya terdapat kaset-kaset & buku kecil, yang kemudian pada paket tersebut dituliskan “hadiah Ramadhan”. Memuliakan fakir & miskin dgn memberi sedekah serta zakat utk mereka.
Menyiapkan “hadiah Ramadhan” sesuai dgn kemampuan yang dimiliki. Hadiah tersebut dapat berupa paket yang didalamnya terdapat kaset-kaset & buku kecil, yang kemudian pada paket tersebut dituliskan “hadiah Ramadhan”. Memuliakan fakir & miskin dgn memberi sedekah serta zakat utk mereka.
Menyambut Ramadhan dgn membuka lembaran putih yang baru, yang akan diisi dengan:
Taubat sebenar-benarnya kepada Allah Ta’ala.
Ta’at pada perintah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam serta meninggalkan apa yang dilarangnya.
Taubat sebenar-benarnya kepada Allah Ta’ala.
Ta’at pada perintah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam serta meninggalkan apa yang dilarangnya.
Berbuat baik kepada kedua orang tua, kerabat, saudara, istri atau suami serta anak-anak.
Berbuat baik kepada masyarakat sekitar agar menjadi hamba yang shalih serta bermanfaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أفضل الناس أنفعهم للناس
“Seutama-utama manuia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”[2]
Berbuat baik kepada masyarakat sekitar agar menjadi hamba yang shalih serta bermanfaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أفضل الناس أنفعهم للناس
“Seutama-utama manuia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”[2]
Demikianlah seharusnya seorang muslim menyambut Ramadhan, seperti tanah kering yang menyambut hujan, seperti si sakit yang membutuhkan dokter utk mengobatinya & seperti seseorang yang menanti kekasihnya.
“Ya Allah pertemukanlah kami dgn bulan Ramadhan & terimalah amalan kami sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Khalid bin ‘Abdirrahman ad-Durwaisy
Sumber: saaid.net/mktarat/ramadan/22.htm
Sumber: saaid.net/mktarat/ramadan/22.htm
[1] Hal ini disebutkan dlm Lathoif Al Ma’arif (kitab karya Ibnu Rajab Al-Hambali-ed).
[2] Dalam lafadz lain disebutkan,
أحب الناس إلى الله أنفعهم للناس
“Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (Hadits shahih dishahihkan Syaikh Al-Bani dlm Al-Hadits Ash-Shahihah No.906 -red)
Penerjemah: Ummu Ahmad Juwita Laila Ramadhan
Murojaah: Abu Rumaysho Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslimah.or.id
sumber: www.muslimah.or.id
[2] Dalam lafadz lain disebutkan,
أحب الناس إلى الله أنفعهم للناس
“Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (Hadits shahih dishahihkan Syaikh Al-Bani dlm Al-Hadits Ash-Shahihah No.906 -red)
Penerjemah: Ummu Ahmad Juwita Laila Ramadhan
Murojaah: Abu Rumaysho Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslimah.or.id
sumber: www.muslimah.or.id
Menyambut Bulan Suci Ramadhan mengikuti Jejak Rasulullah
Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang penuh dengan keberkahan dan keutamaan. Orang mukmin dianjurkan untuk meraih sebaik-baiknya, dan sebanyak-banyaknya kesempatan dalam berbuat kebajikan apapun bentuknya. Bila kita menelusuri jejak Rasululah saw. dalam menyambut bulan suci Ramadhan ini, maka akan kita dapati hal-hal sbb:
- Beliau selalu bergegas memenuhi panggilan kebaikan, seperti salat berjama'ah, salat sunnah, mengeluarkan sedekah, membaca al-Qur'an dan sebagainya. Beliau bersabda: "Apabila datang malam pertama bulan Ramadhan, dibelenggulah syetan dan jin, ditutuplah pintu-pintu mereka, dan dibukalah pintu-pintu surga, kemudian diserukan: wahai orang yang mendambakan kebaikan, datanglah!! dan wahai orang yang tak suka kebaikan, bermalaslah!! (artinya, engganlah memperbanyak amalmu). Dan sesungguhnya dalam bulan Ramadhan ini setiap malamnya Allah swt. membebaskan orang-orang yang dikehendakiNYA dari api neraka. (Hadis riwayat Imam al-Turmudzi)
- Melipatgandakan amal perbuatan yang baik, baik yang fardlu maupun yang sunnah. Diriwayatkan oleh Salman, bahwa pada suatu hari di penghujung bulan Sya'ban Rasulullah saw. bersabda, "Wahai sekalian manusia, telah datang kepadamu bulan yang agung, penuh keberkahan, di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan; diwajibkan padanya puasa; dan dianjurkan untuk menghidupkan malam-malamnya. Maka barang siapa yang mengerjakan satu kebajikan pada bulan ini, seolah-olah ia mengerjakan satu perintah kewajiban di bulan lain, dan siapa yang mengerjakan ibadah yang wajib, seakan-akan ia mengerjakan tujuh puluh kali kewajiban tersebut di bulan yang lain."
Begitulah pahala mengerjakan ibadah sunnah sama dengan pahala mengerjakan ibadah wajib, sedangkan ibadah wajib akan dibalas tujuh puluh kali lipat pahalanya. - Beliau sangat pemurah dan sangat gemar bersedekah serta memberi makan orang yang berpuasa. Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhary ra., bahwa Rasulullah saw. adalah orang yang paling pemurah, lebih-lebih pada bulan Ramadhan. Dilukiskan bahwa beliau bagaikan hembusan angin yang lembut, membawa banyak karunia, menabur kegembiraan di hati orang mukmin. Diriwayatkan pula bahwa beliau sangat penderma, bahkan tidak pernah menolak permintaan apapun yang diajukan ke beliau.
- Banyak berdo'a, terutama ketika hendak berbuka puasa. Beliau bersabda:
"Saat-saat berbuka adalah saat yang paling tepat dan mujarab bagi orang yang berpuasa untuk berdoa." Dan doa yang selalu diucapkan ketika berdoa adalah "Ya Allah, hanya karenamu aku berpuasa, dan dengan rizkimu aku berbuka, telah hilang haus dan dahaka, maka tetap hauslah pahala bagiku, ya Allah!!". - Selalu tadarus (membaca al-Qur'an). Setiap malam bulan Ramadhan Malaikat Jibril as. selalu datang menemui Rasulullah saw., dan bersama-sama membaca al-Qur'an, slih berganti. Hikmah tadarus Rasulullah di antaranya adalah untuk mengajarkan umatnya agar rajin membaca al-Qur'an atau tadarus, terutama di bulan suci Ramadhan itu, di setiap waktu, apalagi di malam hari, dan ketika mengerjakan salat malam (tahajjud).
- Meningkatkan gairah ibadahnya terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Hal mana dilaksanakan untuk meraih terutama lailatul qadar. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang beribadah pada malam lailatul qadar dengan penih keimanan dan harapan, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah ia lakukan." Seperti kita ketahui, bahwa ibadah pada malam ini sama nilainya dengan kita beribadah seribu bulan lamanya. Dan doa yang paling afdhol (paling utama) diucapkan pada malam itu adalah: "Ya Allah, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pengampun dan Pemurah serta sangat suka memaafkan. Maka ampunilah kesalahan-kesalahan kami, ya Allah. (Allaahumma innaka 'afuwwun kariim, tuhibbu al-'afwa fa'fu 'annaa yaa kariim).
Diriwayatkan: barang siapa yang salat Maghrib dan Isya' berjama'ah pada malam Lailatul Qadar itu, maka ia telah mendapatkan sebagian besar keutamaan malam Lailatul Qadar itu. Riwayat yang lain mengatakan, "Siapa yang salat Isya' berjama'ah pada malam Lailatul Qadar itu, seakan-akan ia telah menghidupkan separoh malam tersebut, dan bila ia menunaikan salat Subuhnya, maka ia telah menyempurnakan seluruh malam Lailatur Qadar tersebut.
Demikianlah, semoga Allah swt. menerima dan melipatgandakan amal ibadah kita, dan semoga Allah swt. memberikan kekuatan di dalam menjalankannya. Salawat serta salam kepada Nabi kita Muhammad saw. Walhamdulillahirabbil'aalamiin.
===============================
Disiapkan oleh Bapak Syaerazi Dimyati
Minggu, 09 Februari 2014
Karya Tulis Ilmiah Proses Pembuatan Tempe
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Penulis
memilih judul “Proses Pembuatan Tahu”. Jadi
metode pembuatan tahu adalah cara yang sistematis dan terencana untuk membuat
makanan yang bahan bakunya kedelai kemudian dihancurkan menjadi bubur.
Setiap harinya kita mudah mendapatkan tahu,
bahkan ada beberapa daerah tertentu yang memiliki tahu yang khas.
Cara
pemanfaatan tahu cukup luwes. Hanya digoreng saja sudah dapat dinikmati rasanya
yang gurih. Selain digoreng untuk lauk, tahu dapat dijadikan makanan lain
seperti tahu bacem, tahu kupat, oseng-oseng atau dijadikan lebih modern seperti
tahu burger, lapis tahu gulung, cake pisang tahu, dan lain-lain.
Tahu juga memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dan
juga mengandung beberapa macam asam amino yang dibuutuhkan tubuh manusia.
Bagi pengrajin, tahu sendiri usaha ini memang
dapat dijadikan salah satu alternative peluang kerja dalam modal yang tidak
begitu mahal serta teknik pembuatannya yang cukup mudah.
Sebagai hasil olahan kacang kedelai, tahu merupakan
makanan andalan untuk perbaikan gizi karena tahu mempunyai mutu protein nabati
terbaik karena mempunyai komposisi asam amino paling lengkap dan diyakini
memiliki daya cerna yang tinggi (sebesar 85% -98%). Kandungan
gizi dalam tahu, memang masih kalah dibandingkan lauk pauk hewani, seperti
telur, daging dan ikan
Banyaknya Tahu yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Tahu yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Tahu = 80 kkal
Jumlah Kandungan Protein Tahu = 10,9 gr
Jumlah Kandungan Lemak Tahu = 4,7 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Tahu = 0,8 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Tahu = 223 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Tahu = 183 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Tahu = 2,4 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Tahu = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Tahu = 0,01 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Tahu = 0 mg
Bagian Tahu yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %
Jumlah Kandungan Energi Tahu = 80 kkal
Jumlah Kandungan Protein Tahu = 10,9 gr
Jumlah Kandungan Lemak Tahu = 4,7 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Tahu = 0,8 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Tahu = 223 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Tahu = 183 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Tahu = 2,4 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Tahu = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Tahu = 0,01 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Tahu = 0 mg
1.2 MASALAH
Industri
tahu merupakan industri rakyat, yang sampai saat ini masih banyak yang
berbentuk usaha perumahan atau industri rumah tangga. Walaupun sebagai industri
rumah tangga dengan modal kecil, industri ini memberikan sumbangan perekonomian
negara dan menyediakan banyak tenaga kerja. Namun pada sisi lain dihasilkan
limbah cair yang sangat berpotensi merusak lingkungan.
Limbah
cair yang dihasilkan oleh industri tahu merupakan limbah organik yang
degradable atau mudah diuraikan oleh mikroorganisme secara alamiah. Namun
karena sebagian besar pemrakarsa yang bergerak dalam industri tahu adalah
orang-orang yang hanya mempunyai modal terbatas, maka perhatian terhadap
pengolahan limbah industri tersebut sangat kecil, dan bahkan ada beberapa
industri tahu yang tidak mengolah limbahnya sama sekali dan langsung dibuang ke
lingkungan. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan dan harus mendapat perhatian
yang serius. Pengolahan limbah cair industri tahu sampai saat sekarang
kebanyakan hanya menampung limbah cair kemudian didiamkan beberapa saat lalu
dibuang ke sungai. Cara ini memerlukan kapasitas penampungan limbah cair yang
sangat besar. Terlebih lagi apabila kapasitas industri tahu cukup besar, maka
dihasilkan limbah cair industri tahu yang sangat banyak.
Penguaraian
polutan tersebut dilakukan oleh mikroorganisme yang tidak memerlukan oksigen
bebas atau secara anaerob. Memang hal tersebut dapat berjalan walaupun
memerlukan waktu yang cukup lama. Supaya proses pengolahan dapat berjalan lebih
efektif, maka perlu dicari kondisi yang paling baik bagi pertumbuhan
mikroorganisme. Mikroorganisme dapat hidup dengan baik pada kondisi pH limbah
cair sekitar 7 atau pada keadaan normal. Limbah cair industri tahu bersifat
asam sehingga sebelum diolah perlu dinetralkan terlebih dahulu dengan kapur
agar kerja mikroorganisme berlangsung dengan baik. Mengingat waktu yang cukup
panjang dalam proses pengolahan limbah cair tahu secara anaerob, maka perlu
dicari jalan ke luar untuk mendapatkan proses yang singkat namun biayanya tetap
murah.
1.3 RUMUSAN MASALAH
Penelitian ini dilakukan mengacu pada rumusan masalah
yang telah ditentukan.Yaitu:
1.
Bagaiman proses pembuatan tahu kedelai?
2.
Menentukan apa saja bahan baku?
3.
Apa bahan pembantu?
4.
Serta apa peralatan dalam proses
pembuatan tahu kedelai?
1.4 KAJIAN TEORITIS
1.
Untuk menambah pengetahuan tentang cara
pembuatan tahu kedelai serta memperkaya pengalaman baru dan wawasan.
2.
Untuk memberikan informasi kepada masyarakat
bahwa di daerah Purwogondo, Kartasura banyak terdapat produsen-produsen tahu.
3.
Pengamatan langsung juga sangat diperlukan.
1.5 METODE PENELITIAN
Dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan,
maka metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah melakukan studi lapangan
dan diskusi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pengolahan dan
pemanfaatan limbah tahu. Dalam pembuatan karya ilmiah, penulis berpedoman pada
metode berikut:
- Metode Kepustakaan:
Yaitu dengan mencari sumber-sumber dari buku yang ada di
perpustakaan.
- Metode Browser:
Cara
pengumpulan data dengan menggunakan bahan – bahan dari internet sebagai dasar
penulisan karya ilmiah.
- Teknik Pengumpulan Data
Karya ilmiah ini menggunakan metode pengumpulan
data telah pustaka (study literature).
Telaah pustaka digunakan untuk mendapatkan data sekaligus menentukan bagaimana
cara budidaya tanaman tomat dan cara penanganan hama penyakitnya.data dan
informasi diperoleh juga dari browsing, pencarian
melalui internet kemudian dianalisis.
BAB II
ISI
2.1 Bahan
baku Tahu
Kacang-kacangan
dan biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir,koro, kelapa
dan lain-lain merupakan bahan pangan sumber protein dan lemak nabati yang
sangat penting peranannya dalam kehidupan. Asam amino yang terkandung dalam
proteinnya tidak selengkap protein hewani, namun penambahan bahan lain seperti
wijen, jagung atau menir adalah sangat baik untuk menjaga keseimbangan asam
amino tersebut.
Kacang-kacangan
dan umbi-umbian cepat sekali terkena jamur (aflatoksin) sehingga mudah menjadi
layu dan busuk. Untuk mengatasi masalah ini, bahan tersebut perlu diawetkan.
Hasil olahannya dapat berupa makanan seperti keripik, tahu dan tempe, serta
minuman seperti bubuk dan susu kedelai. Kedelai mengandung protein 35 % bahkan
pada varitas unggul kadar
proteinnya
dapat mencapai 40 - 43 %. Dibandingkan dengan beras, jagung,tepung singkong,
kacang hijau, daging, ikan segar, dan telur ayam, kedelai mempunyai kandungan
protein yang lebih tinggi, hampir menyamai kadar protein susu skim kering.
Bila
seseorang tidak boleh atau tidak dapat makan daging atau sumber protein hewani
lainnya, kebutuhan protein sebesar 55 gram per hari dapat dipenuhi dengan
makanan yang berasal dari 157,14 gram kedelai. Kedelai dapat diolah menjadi:
tempe, keripik tempe, tahu, kecap, susu, dan lain-lainnya.
Proses pengolahan kedelai menjadi berbagai makanan pada
umumnya merupakan proses yang sederhana, dan peralatan yang digunakan cukup
dengan alat-alat yang biasa dipakai di rumah tangga, kecuali mesin pengupas,
penggiling, dan cetakan.
Tabel 1.
Komposisi Kedelai per 100 gram Bahan
KOMPONEN
|
KADAR
(%)
|
Protein
|
35-45
|
Lemak
|
18-32
|
Karbohidrat
|
12-30
|
Air
|
7
|
Tabel 2. Perbandingan Antara Kadar Protein
Kedelai Dengan Beberapa Bahan Makanan Lain
BAHAN
MAKANAN
|
PROTEIN
(% BERAT)
|
Susu skim kering
|
36,00
|
Kedelai
|
35,00
|
Kacang hijau
|
22,00
|
Daging
|
19,00
|
Ikan segar
|
17,00
|
Telur ayam
|
13,00
|
Jagung
|
9,20
|
Beras
|
6,80
|
Tepung singkong
|
1,10
|
Dasar pembuatan tahu adalah melarutkan protein yang terkandung dalam
kedelai
dengan menggunakan air sebagai pelarutnya. Setelah protein tersebut larut,
diusahakan untuk diendapkan kembali dengan penambahan bahan pengendap sampai
terbentuk gumpalan-gumpalan protein yang akan menjadi tahu. Salah satu cara
pembuatan tahu ialah dengan menyaring bubur kedelai sebelum dimasak, sehingga
cairan tahu yang sudah terpisah dari ampasnya.
2.2
Fermentasi
Fermentasi
adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa
oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik,
akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi
sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron
eksternal.
Gula
adalah bahan yang umum dalam fermentasi. Beberapa contoh hasil fermentasi
adalah etanol, asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain
dapat juga dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton. Ragi
dikenal sebagai bahan yang umum digunakan dalam fermentasi untuk menghasilkan
etanol dalam bir, anggur dan minuman beralkohol lainnya. Respirasi anaerobik
dalam otot mamalia selama kerja yang keras (yang tidak memiliki akseptor
elektron eksternal), dapat dikategorikan sebagai bentuk fermentasi yang
mengasilkan asam laktat sebagai produk sampingannya. Akumulasi asam laktat inilah
yang berperan dalam menyebabkan rasa kelelahan pada otot.
Pembuatan
tempe dan tape (baik tape ketan maupun tape singkong atau peuyeum) adalah
proses fermentasi yang sangat dikenal di Indonesia. Proses fermentasi
menghasilkan senyawa-senyawa yang sangat berguna, mulai dari makanan sampai
obat-obatan. Proses fermentasi pada makanan yang sering dilakukan adalah proses
pembuatan tape, tempe, yoghurt, dan tahu.
2.3
Bakteri Asam laktat
Bakteriosin
yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat berpotensi sebagai pengawet tahu.
Dengan bakteriosin sebagai agensia penggumpal dan sekaligus pengawet,
diharapkan masa simpan tahu dapat diperpanjang.
Hal itu dikemukakan Prof Dr Endang Sutriswati Rahayu
dalam Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada Fakultas Teknologi Pertanian,
UGM, dengan judul 'Prospek Bakteri Asam Laktat Hasil Rekayasa Genetika Bidang
Industri Pangan', di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Senin
(27/8).
Pengolahan
Produk Tahu
a. bebas
dari sisa tanaman (kulit palang, potongan batang atau ranting, batu, kerikil,
tanah atau biji-bijian)
b. biji
kedelai tidak luka atau bebas serangan hama dan penyakit
c. biji
kedelai tidak memar
d. kulit
biji kedelai tidak keriput , rasanya manis dan mengkilap .
Alat
yang dibutuhkan meliputi :
1.
Ember besar
2.
Tampah (nyiru)
3. Kain
Saring
4. Kain
pengaduk
5.
Cetakan
6.
Kaleng minyak
7. Rak
bamboo
8.
Kompor
9. Alat
penghancur (alu)
10.
Mesin penggiling
Bahan
yang digunakan meliputi :
1.
Kedelai
2. Air
secukupnya
3. Kunir
4. Garam
5. Asam
cuka sebagai penggumpal tahu
Proses
produksi Tahu
Tahap
dalam proses produksi tahu adalah sebagai berikut :
1.
Kedele dipilih dengan penampi untuk memilih biji kedele besar. Kemudian di cuci
serta direndam dalam air besar selama 6 jam. Tujuannya agar kedelai lebih
lentur sehingga mudah digiling .
2.
Setelah di rendam di cuci kembali sekitar 1/2 jam
3.
Setelah di cuci bersih kedelai di bagi-bagi diletakkan dalam ebleg terbuat dari
bambu atau plastik.
4.
Selanjutnya kedele giling sampai halus, dan butir kedele mengalir dengan
sendirinya kedalam tong penampung.
5.
Selesai digiling langsung direbus selama 15 – 20 menit mempergunakan wajan
dengan ukuran yang besar-besar . Sebaiknya jarak waktu antara selesai digiling
dan dimasak jangan lebih dari 5 – 10 menit, supaya kualitas tahu menjadi baik.
6.
Selesai di masak bubur kedele diangkat dari wajan ke bak/tong untuk disaring
menggunakan kain belacu atau mori kasar yang telah di letakkan pada sangkar
bambu. Agar bubur dapat di saring sekuat-kuatnya diletakkan sebuah papan kayu
pada kain itu lalu ada satu orang naik di atasnya dan menggoyang-goyang, supaya
terperas semua air yang masih ada pada bubur kedele. Limbah dari penyaringan
berupa ampas tahu. Kalau perlu ampas tahu diperas lagi dengan menyiram air panas
sampai tidak mengandung sari lagi. Pekerjaan penyaringan di lakukan
berkali-kali hingga bubur kedele habis.
7. Air
sampingan yang tertampung dalam tong warna kuning atau putih adalah bahan yang
akan menjadi tahu. Air saringan di campur dengan asam cuka untuk menggumpalkan.
Sebagai tambahan asam cuka dapat juga air kelapa atau cairan whey (air sari
tahu bila tahu telah menggumpal) yang telah di eramkan maupun bubuk batu tahu
(sulfat kapur)
8.
Gumpalan atau jonjot putih yang mulai mengendap itulah yang nanti sesudah di
cetak menjadi tahu. Air asam yang masih ada dipisahkan dari jonjot-jonjot tahu
dan disimpan, sebab air asam cuka masih dapat digunakan lagi. Endapan tahu
dituangkan dalam kotak ukuran misalnya 50 x 60 cm dan sebagai alasnya di
hamparkan kain belacu. Adonan tahu kotak dikempa, sehingga air yang masih
tercampur dalam adonan tahu itu terperas habis. Pengempaan dilakukan sekitar 1
menit, adonan tahu terbentuk kotak, yang sudah padat, di potong-potong,
misalnya dengan ukuran 6 x 4 cm
9. Masukkan tahu yang sudah di potong-potong
tadi ke dalam kaleng minyak yang berisi air tahu.
10.Tahu siap di jual.
BAB III
PENUTUP
1.1
KESIMPULAN
Dari
uraian tersebut, maka penulis mengambil kesimpulan, yaitu :
- Dengan dijadikannya metode membuat tahu kedelai sebagai judul karya tulis ini akan mendatangkan banyak manfaat dan memperluas pengetahuan kita tentang cara-cara membuat tahu kedelai.
- proses membuat tahu kedelai mempunyai bebereapa tahapan yang mulai dari penyortiran kedelai hingga perebusan.
- Tahu kedelai ternyata dapat dimasak secara sederhana yaitu cukup digoreng saja ataupun dimasak secara modern seperti tahu burger, cake pisang tahu, dan lapis tahu gulung.
1.2
SARAN
Dari
uarian diatas, maka penulis inigin menyampaikan saran antara lain :
- Usaha produksi tahu memang dapat menciptakan lapangan kerja bagi penduduk sekitar. Oleh karena itu, usaha produksi tahu ini lebih dikembangkan.
- Limbah dari proses pembuatan tahu seharusnya diolah sebagaimana mestinya. Karena limbah tersebut menimbulkan bau busuk dan mengganggu kesehatan serta lingkungan masyarakat sekitanya.
5.3 PENUTUP
Demikian
penyelesaian karya tulis ilmiah ini dan juga penulis mengucaokan syukur kepada
Allah SWT serta terima kasih kepada semua pihak yang membantu. Semoga karya
tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Akhir kata penulis mohon
maaf bila terjadi kesalahan-kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Kritik
dan saran sangat penulis harapkan sebagai koreksi diri.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.migas-indonesia.com
http://www.pikiran-rakyat.com
http://www.waspada.co.id
http://id.wikipedia.org/wiki/
Langganan:
Postingan (Atom)










